Posted 2 days ago
You’ll never find the RIGHT person if you never let go of the WRONG one.
TheDailyPositive.com (via thedailypozitive)

Jangan menemukannya dengan cara yang salah, my dear :)

Posted 2 days ago

Saat aku berusia sebelas tahun, aku pernah menulis di pintu lemari kamarku, “Kekecewaan mendidikmu menjadi lebih dewasa.”

Pada tahun-tahun setelah itu, aku mengalami rasa kecewa pada berbagai hal. Pada orang yang jauh. Pada orang yang dekat—tentu saja, itu yang paling ‘menusuk’ batin.

Satu yang tak pernah mengecewakan: DIA yang Maha Cinta.

Posted 2 days ago

Dahulu kala ada kakak kelas yang pernah berujar, “Kamu belum jadi koas kalau belum jaga bedah. Puncak lelah ya semacam post jaga bedah. Kalau tidur, kadang-kadang kamu kayak orang mati. Capek banget.”

Aku yang baru masuk koasistensi saat itu masih tertawa saja. Ya ampun, ada ya yang kayak gitu. Ternyata memang ada.

Rabu kemarin aku baru saja menjalani jaga bedah ketiga dari delapan belasa total jaga. Wuhuu. Di antara sekian banyak jaga di stase yang kumasuki sebelumnya (bedah, anestesi, kulit, saraf), jaga bedah adalah jaga terheboh yang pernah ada~ Karena rumah sakit tempatku kini berada adalah rumah sakit rujukan tingkat atas, kasus-kasus yang kami terima adalah kasus yang rumit dan memerlukan banyak penanganan. Mulai dari pemeriksaan penunjang yang tralala alahim gambreng sampai penatalaksanaan yang bermacam-macam.

Jangan tanya bagaimana lelahnya. Sepulang jaga masih harus langsung masuk kuliah lagi, ikut perseptoran bla bla bla. Alhasil tidur setelah itu ibarat hal spontan yang sulit dikontrol. Siang tadi bahkan aku tertangkap basah oleh Prof saat sedang perseptoran. “Habis jaga ya? Silahkan cuci muka dulu.” Kyaa. Maaf Prof, saya sudah berusaha. Sungguh. Sepulang kuliah, hal yang memenuhi otak adalah tidur.

Shalat Ashar. Tidur. Shalat Maghrib. Tidur. Shalat Isya’. Tidur. Shalat Shubuh. Masuk lagi. Tak jarang perut lapar jadi tidak terasa karena kantuk yang menggila~

Ya. Beginilah kehidupan kami kini. Satu pinta dalam hati: semoga Allah meridhai.

Posted 4 days ago

Dua hal yang kali ini menjadi bahan ujian-Nya: keikhlasan dan kesabaran. Rutinitas yang menggila jangan sampai meniadakan keikhlasan. Dinamika yang ada jangan sampai mengalahkan kesabaran.

Semoga Allah bimbing untuk lulus :”

Hasbunallah.

Posted 5 days ago

Pagi ini aku kesal dengan seorang senior yang hanya bisa memerintah dan menyebut-nyebut pekerjaanku-lambat-dan-tidak-becus tanpa memberi empati dan solusi. Aku kesal sekali sampai ingin menangis.

Salah satu sahabatku lantas berujar, “Jangan biarkan harimu rusak hanya karena satu orang. Kamu berhak mendapatkan hari yang baik.”

Maka aku membiarkan kenangan buruk tentang senior itu menguap. Biarlah Allah saja yang membalas dan mengajarkan orang itu agar dia bisa lebih menghargai orang lain. Setiap orang punya kesempatan untuk berubah.

Posted 6 days ago
Anak sudah dapat mendengar dari dalam kandungan, terutama suara berfrekuensi rendah. Karena itu saat anak di dalam kandungan bukan hanya ibu yang harus membacakan al-quran, tapi juga ayahnya, karena suara laki-laki beefrekuensi lebih rendah daei suara perempuan 😊
dr. Fikri Mizan, at Community ORL-HNS Symposium (via ydouble)

Nah para (calon) ayah, ayo ikut tahsin dari sekarang :’)

Posted 1 week ago

Sewaktu kecil, aku selalu bertanya apapun pada ibuku. Ibuku juga selalu punya jawaban. Kalaupun beliau tidak tahu, beliau akan mencari tahu untukku.

Kelak saat Allah mengamanahi bocah-bocah kecil untuk mewarnai hidupku, aku juga ingin menjadi ibu yang memberikan jawaban bagi pertanyaan-pertanyaan mereka. Jawaban yang kukisahkan dengan nada sayang dan tawa segar, agar mereka menjadi anak-anak yang jatuh hati pada ilmu.

Biidznillah.

Posted 1 week ago

Sumber: Quantum Learning oleh Bobbi dePorter & Mike Hernacki, diterbitkan oleh KaifaLearning, halaman 335.

Posted 1 week ago

Sumber: Quantum Learning oleh Bobbi dePorter & Mike Hernacki, diterbitkan oleh KaifaLearning, Halaman 55.

Posted 1 week ago

Sebuah Obrolan (yang kusimak diam-diam)

20.30, seselesai follow up dan lain-lain di sekre bedah

Sayup-sayup monolog salah seorang residen terdengar di belakang.

"Anak gw udah tidur belum ya?"

Lantas suara itu melembut saat pemiliknya menggenggam HP.

"Halo? Belum tidur?"

Suara itu mengandung tawa. Obrolan yang diam-diam kusimak berlanjut saat aku menyusuri lorong RS yang gelap.

Suara kebapakan milik seorang ayah yang dinanti anak kesayangannya di rumah.