Posted 1 day ago

herricahyadi:

Erdogan selalu membuat kejutan. Ia tak terdengar blusukan, tapi rakyatnya semua sejahtera. Ia tidak suka pencitraan, tapi hasil kerja kerasnya sangat nampak di permukaan. Ia tak (suka) diliput media, tapi justru membiarkan rakyat yang bercerita.

Bangganya rakyat Turki punya pemimpin negeri seperti ini.

:’)

Posted 1 day ago

nowinexile:

A woman reaches under a block from the apartheid wall trying to hold the hand of her mother on the other side. Many families have become segregated after the Israeli occupation regime completed the construction of the wall which runs through Palestinian lands. This is just one of thousands of cases. 

Allah..

Posted 2 days ago

Beautiful Mind :) Film yang mengajarkanku untuk berempati dan memahami pasien-pasien psikiatri.

Setiap orang adalah manusia yang ingin dimanusiakan. Jangan lupa ya, Nona.

Posted 2 days ago

Yeah. Liburan satu minggu di koas! Libur itu menjadi sesuatu yang langka di kehidupan kami, Tuan dan Nona sekalian.

Aku belum pulang ke Tangsel, sampai hari Senin akan berada di Bandung untuk beberapa urusan. Semoga libur kali ini bisa bermanfaat :3

Btw, ada yang punya info tempat yang bagus (nggak hanya untuk rekreasi, misalnya perpus yang lengkap gitu) untuk dikunjungi di Bandung?

Posted 3 days ago

Timpang

Timpang http://wp.me/sVZYr-timpang

Guruku dulu pernah bercerita, bila perkembangan ilmu pengetahuan tidak disertai mengakarnya agama dalam kehidupan masyarakat, akan kau jumpai ketimpangan antara perkembangan ilmu pengetahuan (contoh aplikatifnya adalah teknologi) dan moral masyarakat.

Dulu, aku yang masih SMP masih tidak terlalu mengerti, tapi aku yang sekarang mulai mengerti. Sangat mengerti. Teknologi super keren muncul di…

View On WordPress

Posted 3 days ago

Timpang

Guruku dulu pernah bercerita, bila perkembangan ilmu pengetahuan tidak disertai mengakarnya agama dalam kehidupan masyarakat, akan kau jumpai ketimpangan antara perkembangan ilmu pengetahuan (contoh aplikatifnya adalah teknologi) dan moral masyarakat.

Dulu, aku yang masih SMP masih tidak terlalu mengerti, tapi aku yang sekarang mulai mengerti. Sangat mengerti. Teknologi super keren muncul di mana-mana, namun di sisi lain, kemerosotan moral juga semakin marak diberitakan. Aku tidak tahan mendengar ada orang dewasa yang mensodomi anak TK. Aku tidak kuat mendengar anak-anak usia sekolah merekam aktivitas seks dengan teman mereka di ruang terbuka dan mengunggahnya di kolom virtual. Aku tidak bisa mengerti lagi dengan ayah yang menggagahi anak perempuannya..

Oh tidak, banyak sekali berita-berita aneh lainnya..

Seringkali aku memikirkan anak-anakku kelak, bagaimana beratnya tantangan yang mereka hadapi untuk tumbuh menjadi manusia yang beradab. Juga mengingatkan diri tentang tugasku dan partnerku untuk mendidik mereka menghadapi tantangan tersebut. Tentu saja sobat, seorang anak tidak bisa begitu saja menjadi kuat untuk menghadapi ‘kuman-kuman’ amoral. Ibu dan ayah adalah sistem imun pertama dan utama bagi anak-anak mereka.

Ada memang yang memberi tuduhan, agama adalah candu. Agama adalah suatu ide pelarian manusia atas kelemahan mereka. Bagiku, agama adalah kebutuhan primer. Islam mengembalikanku kepada fitrah; suatu keadaan di mana seorang manusia dapat tetap berada pada jalur seharusnya ia berada. Fitrah menuntunku pada kebahagiaan. Tidak selalu kebahagiaan yang tampak lahir, memang. Tapi di dalam sini, kebahagiaan batin itu menemukan tempatnya. Islam adalah batas yang memagari setiap manusia agar tidak saling menegasikan fitrah.

Tentu, aku terlebih dulu harus semakin mendekat pada-Nya.

Posted 3 days ago

Kau kembali berhasil membuatku bersembunyi, memegang erat tangan temanku untuk menutupi wajahku, menundukkan kepalaku dalam. Oh ya. Tentu saja, mereka kebingungan. Karena lantas aku berlari meninggalkan mereka di belakang, memastikan kau tidak melihatku. Kau tidak mengenaliku. Dan yang terpenting, kau tidak mengikutiku.

Aku memang sedang bersembunyi. Meski selalu ada kesempatan kau datang, dengan keadaan tertentu, dan mengenaliku. Aku sedang berada di tempat yang mudah ditemukan, kau bisa saja tahu. Sebelum itu terjadi, aku tak akan mengizinkan kau menyadarinya.

Aku tak akan lari. Aku hanya bersembunyi sampai tiba seseorang yang akan berdiri tegak di sisiku, membuatmu mengerti bahwa aku sudah bukan gadis kecilmu yang lemah.

Posted 6 days ago

dhira's world: Kadang, Tamparan itu Indah :D

hikaricahaya:

don’t be last minute girl„, again!

Nad Nad, iya banget :’) Ayo Nona penunda, sadar dan bertaubatlah!

Posted 6 days ago

Ada cara ampuh untuk menilai seberapa care seorang ibu terhadap anaknya. Perhatikan reaksi anak saat sakit. Bila saat anak diperiksa dokter lalu anak itu mengulurkan tangannya sambil menangis ingin dipeluk dan digendong ibunya, meski ada baby sitternya di situ, berarti si ibu care dg anaknya. Anak lebih dekat kepada ibunya daripada susternya.

Mengapa begitu? Karena meski bekerja seorang ibu yg care dengan anak tetap mengasuh anaknya dengan sepenuh cinta dan tanggung jawab. Dia hanya mendelegasikan beberapa urusan anaknya kepada suster. Tapi manajemen pengasuhan anak sepenuhnya berada pada ibu. Ibu selalu memonitor keadaan anaknya meski berada jauh darinya.

Saat sore dan malam hari urusan anak ditangani sepenuhnya oleh ibu (dibantu ayah donk ya). Dibacakan cerita, ditemani makan, dikompres saat sakit, dipeluk dan dicium dengan penuh cinta. Ya… Ibu yg baik tetap akan menjalankan fungsi keibuannya saat berada di rumah. Dia ada di samping anak saat anaknya butuh kehadirannya. Misalnya saat anak sakit dan lapar.

Duhai ibu… Jangan sampai anaknya lebih memilih dipeluk dan digendong susternya saat dia sakit ketimbang ibunya sendiri. Karena cinta itu tak dapat diwakilkan. Karena care itu tak dapat dibohongi. Semua tergambar nyata. Selamat mencintai buah hati kita sepenuh hati ya. Jangan sia-siakan amanah Allah yang dititipkanNya kepada kita. Karena kelak Allah akan meminta pertanggungjawaban kita sebagai ayah-bundanya.

dr. Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K), 2014
Posted 6 days ago

Kebapakan, keibuan, kekakakan

Pada suatu forum mailing list yang berisi motivasi, aku pernah menulis, “Bapak yang baik, terima kasih karena telah memberikan berbagai nasihat yang memotivasi saya. Tutur tulisan Bapak seperti nasihat ayah kepada anaknya dan menemani saya untuk menghadapi Ujian Nasional. Terus semangat untuk berbagi manfaat, Pak.”

Bahasanya tidak persis begitu, tulisan itu pun aku kirimkan semasa SMA, sudah lama sekali. Nama email address-ku saja masih alay, hehe. Tapi perasaanku dan perasaan beberapa anak di luar sana mungkin juga begitu. Ada anak-anak yang tidak memiliki sosok ayah atau ibu di sisi mereka sehingga tak mendapatkan kesempatan untuk tumbuh dengan nasihat dari sosok tersebut. Anak-anak tersebut seperti menjumpai oase saat menemukan figur di luar rumahnya yang begitu kebapakan atau keibuan. Sebutlah mereka yang inspiratif dan perhatian dengan generasi muda. Bapak yang aku ceritakan di atas hingga saat ini masih rajin berbicara dan menulis untuk memotivasi banyak orang, termasuk generasi muda.

Maka, saat aku mulai tumbuh dewasa, aku berpikir bahwa aku juga ingin menulis dengan kekakakan (maksudnya menjadi kakak bagi adik-adik yang tidak punya kakak, oke bahasaku maksa) dan sedikit keibuan (aku belum menjadi ibu-ibu, tapi aku ingin menulis untuk anak-anakku kelak dan membaginya pada anak-anak lain di luar rumah kami :3).

Satu bentuk kehilangan kadang memberikanmu kekuatan untuk berbagi. Semoga Allah memudahkan :)